Wednesday, September 6, 2017

ULASAN FILM CLOSEST LOVE TO HEAVEN : KISAH MEMILUKAN?

Setiap individu pasti berharap terhindar dari sebuah penyakit. Namun mau bagaimana lagi, pada dasarnya tidak ada manusia yang kebal terhadap penyakit. Separah dan sekronis apapun penyakit yang diderita, manusia hanya bisa menerima dengan tabah. Closest Love to Heaven, sebuah film drama yang mengambil konflik terbatasinya umur salah satu karakter dikarenakan penyakit jantung yang diderita di tengah suasana dirinya yang telah berhasil menemukan cinta sejatinya. Oh ya film ini diadaptasi dari manga (komik) populer dengan judul yang sama.


Ninon Okamura adalah seorang gadis yang sangat tertutup. Dia tidak punya teman sama sekali. Sampai-sampai model poni rambutnya sangat panjang—sengaja dibiarkan menutupi kedua matanya—hal itu dilakukan agar dirinya tak leluasa memandang sekitar, karena Ninon lebih menikmati hidupnya melalui dunianya sendiri dan tak ingin terganggu dengan orang lain. Karena sikap anehnya itu, Ninon selalu dijauhi teman-temannya. Perilakunya memang tidak wajar dan tidak bisa dengan mudah menyatu dengan remaja pada umumnya. Ketakutannya memandang dunia dengan luas, kebiasaannya yang selalu membatasi pandangannya yang tersembunyi di balik poni lebatnya, hal itu membuatnya susah untuk bergaul.

Walau tertutup dan pendiam, Ninon adalah pribadi pecinta hewan dan mempunyai hobi merajut. Dia selalu merajut boneka-boneka hewan terutama burung baik di tengah jam istrirahat sekalipun, meski hal itu mengundang teman-teman lainnya untuk membully-nya serta Ninon selalu dikatai gadis yang kuno atau julukan lainnya yakni gadis burung.

Suatu hari, tanpa sengaja Ninon menyenggol dengan keras teman lelaki sekelasnya dan membuatnya marah. Teman lelakinya itu memaki-maki Ninon karena menganggap tak punya mata. Seperti biasa, tak ada yang peduli sama sekali terhadap Ninon, bahkan teman wanita pun tak ada yang mau menolong Ninon yang sedang dimaki. Karena tak ada perhatian yang datang sama sekali terhadap Ninon, teman lelakinya itu semakin menjadi-jadi memaki Ninon dengan kata-kata kasar yang sudah keterlaluan. Hingga tanpa diduga siapapun, Yuiji Kira, muak dengan situasi itu dan tiba-tiba saja memukul habis-habisan teman lelaki yang memaki-maki Ninon dengan emosi tak terkontrol.

Yuiji Kira adalah salah satu teman Ninon di kelas. Aku sendiri tak bisa memastikan apakah Yuiji Kira teman sedari awal Ninon mulai dari memasuki kelas 1 SMA atau bukan, karena aku sendiri belum membaca komiknya. Namun jika ditebak-tebak, Kira sepertinya siswa pindahan dari sekolah lain. (Jika ada penjabaran yang salah dan bagi kalian yang sudah membaca komiknya mohon dikoreksi pada kolom komentar). 

Kira mempunyai masa lalu yang mana dirinya memilih kebebasan dalam hidup. Menjalani hidupnya tanpa aturan, selalu mabuk-mabukkan dan ikut sebuah geng yang dunianya selalu identik dengan kekerasan dan dimusuhi banyak orang. Rekam jejak perilaku buruknya dalam menjalani hidup tanpa sadar membuahkan sebuah penyakit jantung yang kronis, yang hanya menyisakan umur 1 tahun saja dalam menjalani hidup. 

Di sekolah dan di kelas barunya, Kira benar-benar merubah tabiatnya. Akibat penyakit jantung yang dideritanya, dia juga menjadi pendiam. Walau tubuhnya agak kekar dan tinggi, dia sama sekali tak menunjukkan perilaku garangnya. Bahkan dia mempunyai seorang sahabat dan beberapa teman. Dia cukup populer dan banyak disukai para gadis. Dia menjalani hidup bertolak belakang dengan masa lalunya. Sepertinya Kira ingin membuka lembaran baru dan menjalani sisa 1 tahun hidupnya dengan hidup normal tanpa melakukan hal yang aneh-aneh.     
   
Kira sendiri selalu tertarik dengan Ninon karena sikap pendiamnya. Dia sampai heran mengapa Ninon selalu tegar ketika dalam kesendirian dan saat dibully banyak teman. Kira melihat Ninon tidak pernah melawan balik.

Jika bukan karena penyakit jantung, Kira tak akan tertarik sama sekali dengan Ninon. Penyakit jantungnya membuatnya menjadi pendiam, jadi melihat Ninon yang lebih tertutup dan lebih pendiam, lebih kaku dan kikuk daripada dirinya, Kira menjadi punya perhatian terhadap sesama orang yang berperilaku tertutup. Karena dalam ketertutupan dan kebisuan seseorang, mungkin ada masalah berat yang sedang ditanggung, seperti Kira yang tak seceria dulu dan pribadinya berubah drastis karena mengemban fakta pahit bahwa hidupnya hanya tinggal 1 tahun lagi. 

Seisi kelas mungkin tidak ada yang tahu bahwa hidup Kira hanya tinggal 1 tahun lagi. Pengecualian bagi Ninon. Karena ayah Ninon berada pada satu kantor yang sama dengan ayah Kira, suatu hari Ninon mencuri dengar perbincangan ayah dan ibunya mengenai anak salah satu rekan kerja ayahnya yang mengidap penyakit jantung dan umurnya diperkirakan hanya tinggal 1 tahun lagi. Meskipun Ninon tahu apa yang menyebabkan Kira, teman sekelasnya itu juga mempunyai sifat pendiam, namun Ninon sama sekali tak pernah mencoba menjalin kontak dengan Kira karena kekakuan dan kekikukkan sifat dirinya, membuatnya merasa seperti terasa ada ganjalan dan dinding pemisah jika ingin melakukan sebuah interaksi dengan orang lain.

Suatu hari sepulang sekolah, Ninon tanpa sengaja menemukan Kira sedang merawat sebuah burung yang kakinya terluka di sebuah taman. Disitu Ninon melihat Kira berusaha memberikan dorongan semangat agar si burung tidak menyerah untuk berusaha terbang. Setelah beberapa waktu, Kira berhasil membuat si burung kembali terbang. Ninon yang melihat itu merasa bahagia, namun berbeda dengan Kira yang malah menangis tersedu-sedu setelah melihat si burung berhasil terbang. Kira berteriak dengan keras dalam tangisnya berujar dirinya tidak ingin mati.

Ninon menyadari kesedihan yang dialami oleh Kira dari peristiwa barusan. Si burung yang terluka, diobati sedemikian rupa, diberikan dorongan semangat, akhirnya dia terbebas dari penderitaannya dan kembali terbang di angkasa. Berbeda dengan Kira, tidak ada yang bisa dilakukan lagi terhadap dirinya ketika sudah ada vonis hukuman mati yang menunggunya setahun ke depan. 

Dari situ Ninon sadar betapa bodoh dirinya saat melihat orang lain yang tidak mempunyai waktu lama lagi di dunia ini berusaha untuk berubah sebaik mungkin di sisa-sisa hidupnya meski kesedihan selalu melanda, tertapi dirinya malah selalu terjebak dalam ketakutan, selalu terkurung dalam dunianya sendiri dan menyebabkan dirinya menjadi orang yang dingin dan kaku secara mental. Ninon takut untuk berubah menjadi pribadi yang lebih terbuka padahal dirinya tak terancam cacat maupun kematian sama sekali dan masa depannya juga sama-sama cerah tak berbeda dengan anak-anak normal pada umumnya. 

Tanpa banyak berpikir, Ninon ingin berubah. Dia langsung mendatangi Kira, dan mengatakan bahwa dirinya akan senantiasa menemani Kira dalam 365 hari, detik-detik sisa waktu yang dimiliki Kira dalam hidupnya. Meski bukan diartikan sebagai hubungaan spesial, namun ini adalah usaha langkah awal Ninon untuk berubah dengan melakukan interaksi melalui Kira sebagai permulaan. Dalam 365 terakhir sisa hidup Kira, setidaknya Ninon bisa menjadi teman yang bermakna. Hal itu dibuktikan dengan dirinya yang memotong poni lebatnya di hadapan Kira sebagai tekad bulatnya. Saat itu juga Ninon ingin melihat dunia lebih luas lagi dengan kedua matanya tanpa terhalang poni lebatnya.

Kira kebingungan saat kemunculan mendadak Ninon dihadapannya yang menyatakan ingin senantiasa menemani dan berada disisinya dalam sisa hidupnya. Dia heran darimana Ninon bisa mengetahui penyakitnya. Dia tak pernah memberitahu siapapun. Mungkin Kira menganggap perkataan Ninon hanya sebuah canda, tetapi ketika Ninon memotong poninya, Kira tahu bahwa Ninon menunjukkan tekad keseriusannya. 

Dari adegan itu kesedihan Kira berkurang. Ninon yang dianggapnya mungkin mustahil untuk berubah, kini malah dihadapannya mengumbarkan semangat perubahan yang menggebu-gebu. Kira merasa tak sepantasnya selalu larut dalam kesedihan di sisa-sisa akhir hidupnya. Setidaknya Kira harus mencontoh semangat Ninon.

Kedua orang ini baik Kira dan Ninon membuat gempar sekolahan. Banyak teman sekolah terkejut mendapati mereka berdua kini menjalin kedekatan hubungan. Hal yang sangat jarang dan luar biasa terjadi dalam waktu sekejap. Perubahan dua kepribadian yang sangat mencolok terjadi dalam kurun waktu yang mendadak. Berangkat dan pulang sekolah pun mereka selalu bersama. Mereka berdua terlihat ceria sepanjang waktu. Dan, Ninon terlihat tidak seperti gadis kuno lagi ketika penampilan wajahnya sudah tak terutup oleh poni yang lebat, beberapa teman pria baru menyadari bahwa Ninon sebenarnya adalah gadis yang imut dengan bola matanya yang indah.

Memang, kedekatan mereka berdua adalah sebuah bentuk perwujudtan perkataan Ninon sendiri yang ingin senantiasa menemani Kira di sisa-sisa akhir hidupnya sebagai langkah awal usaha perubahan dirinya, tak lebih dari itu. Tetapi, bagaimanapun sebuah perasaan akan selalu muncul jika intensitas kedekatan dua individu itu terlalu sering dan tak terbendung. Hal itu dibuktikan oleh Ninon yang merasa cemburu ketika kemunculan Mio Yahagi.

Meski berbeda sekolah, Mio Yahagi mempunyai kedekatan yang erat dengan Kira di masa lalu. Di saat awal-awal Kira terkena serangan jantung, dia menjalani rawat inap yang cukup lama di rumah sakit. Disitulah, Kira berkenalan dengan Mio Yahagi teman senasib sepenanggungan yang juga sama-sama mengidap penyakit jantung. Bedanya, Mio Yahagi sembuh setelah operasi, sedangkan Kira tidak berani menjalani operasi dan memilih menjalani sisa hidup setahun, karena pilihan operasi pun tak bisa menjamin keberhasilannya dan bisa membuat nyawa Kira melayang saat itu juga jika operasinya menemui kegagalan.

Ninon tidak benar-benar memahami sejauh apa hubungan Kira dengan Mio Yahagi di masa lalu. Tetapi Ninon menyadari banyak kekurangan dalam dirinya dibanding Mio Yahagi jika berkaitan dengan Kira. Ketika Kira mengalami serangan jantung mendadak, Ninon tidak bisa melakukan apapun, sedangkan Mio Yahagi mampu melakukan tindakan-tindakan apa saja yang harus segera dilakukan jika Kira mengalami serangan. Mio Yahagi benar-benar memahami apa kebutuhan Kira. 

Mio Yahagi selalu memandang sinis Ninon. Dia selalu bertanya dalam hati apakah Ninon gadis yang sedang dekat dengan Kira mampu memahami Kira sebaik dirinya? Baik Ninon dan Mio Yahagi sama-sama merasakan cemburu jika Kira dekat dengan salah satu diantara mereka. Entah mengapa Mio Yahagi sendiri tak menjalin hubungan kekasih dengan Kira jika kadar kedekatan mereka sudah pada tahap saling memahami? Sekilas, Mio dan Kira terlihat sebagai pasangan serasi jika dilihat dari segi pemahaman, namun sepertinya ada yang membatasi hubungan mereka meski Mio sebenarnya menyukai Kira. 

Seiring berjalannya waktu dan perasaan masing-masing  yang tak bisa disembunyikan lagi, akhirnya Ninon dan Kira menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Sebuah tindakan yang mungkin terlalu jauh untuk diambil mengingat kedekatan mereka awalnya bukan untuk tujuan itu. Sangat melenceng dari tujuan awal.

Jika membicarakan cinta, memang dunia terasa milik berdua, hal itulah yang terjadi dengan Ninon dan Kira. Ninon lupa bahwa tujuan awalnya menemani sisa hidup Kira bukan untuk sebuah cinta. Sedangkan Kira hampir melupakan penyakit dan ajalnya ketika sudah menjadi kekasih Ninon. Mereka benar-benar dibutakan oleh asmara. Namun, ayah Ninon menyadarkan konsekuensi apa yang harus mereka berdua tanggung jika terus melanjutkan hubungan percintaan ini.

Sebagai seorang ayah yang membesarkan Ninon sejak kecil, tentu saja tuan Yasuda paham dengan sifat Ninon. Dia paham sifat putrinya, Ninon yang sangat tertutup dan membatasi dirinya berinteraksi dengan orang lain sejak kecil. Ketika ada perubahan dalam hidup Ninon saat sang anak menunjukkan perilaku berani menerima orang lain dalam hidupnya dan mempunyai banyak teman, Tuan Yasuda berterima kasih kepada Kira. Tuan Yasuda yakin Kira yang membuat perubahan pada diri Ninon. Tetapi tuan Yasuda tak ingin hubungan putrinya dan Kira berlanjut menjadi sepasang kekasih, karena tuan Yasuda tahu hidup Kira tidak akan lama lagi. Tuan Yasuda tidak merestui hubungan putrinya dengan Kira.

Dari nasehat paman Yasuda, Kira sadar, kebahagiaan yang dibangunnya bersama Ninon saat ini adalah bentuk kesalahan. Ninon adalah gadis lugu yang sedang pertama kali membuka mata untuk dunia setelah sekian lama terkungkung dalam kesendirian. Ninon adalah gadis lugu yang pertama kali menjadikan dirinya sebagai cinta pertamanya. Kira bisa tenang di alam baka setelah ajalnya tiba, dia juga lega bisa meninggal di sisi seseorang yang mencintainya yakni Ninon. Namun setelah itu, dia lupa bahwa Ninon mungkin tidak akan kuat menanggung beban kesedihan. Ninon bisa saja kembali ke pribadi dirinya yang serba tertutup, atau lebih parah lagi hatinya akan membeku. Tidak seharusnya mereka berdua melangkah sejauh ini, atau mungkin lebih baik Kira meninggal saja sejak dulu daripada harus mati menyisakan penderitaan yang diembankan kepada orang lain.

Mio Yahagi, walau benar-benar memahami seluk beluk diri Kira melebihi Ninon selaku kekasih Kira sekalipun— Mio yahagi sendiripun sepertinya takut menjalin hubungan lebih dari sahabat walaupun dalam hati dia menyukai Kira. Kemungkinan, Mio Yahagi tak akan kuat jika pada akhirnya harus kehilangan Kira jika nekat menjalin hubungan sebagai kekasih di masa lalunya dimana saat-saat dirinya masih dekat dengan Kira. Jadi apakah Mio Yahagi benar-benar mengantisipasinya dengan memendam perasaan? Lalu bagaimana dengan Ninon? Gadis lugu yang dengan entengnya mengungkapkan keseriusannya ingin menemani Kira di sisa-sisa hidupnya tanpa memikirkan konsekuensi apapun? Semudah itukah menumbuhkan cinta bagi Ninon?                      

2 comments:

Ninda said...

wah udah lama juga nggak nonton jejepangan, noted lah nanti dicari di internet :)

Misaki PureBlood said...

uwarghhhh tak boleh teruskan baca since Misaki belum pernah lihat cerita ni... TT^TT

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...